AMBILLAH ILMU YANG MANFAAT UNTUK BEKAL KEHIDUPAN YANG HAQIQI, INSYA ALLAH KEBAHAGIAAN AKAN KITA RAIH ....

Usaha Halal Atau H3

Sesungguhnya setiap manusia telah ditetapkan rizkinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن أحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً ثُمَّ يَكُوْنُ فِيْ ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُوْنُ فِيْ ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ

 “Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (air mani) kemudian berbentuk segumpal darah dalam waktu yang sama lalu menjadi segumpal daging dalam waktu yang sama pula. Kemudian diutus seorang malaikat kepadanya lalu ditiupkan ruh padanya dan diperintahkan dengan empat kalimat/perkara: ditentukan rizkinya, ajalnya, amalannya, sengsara atau bahagianya.” (HR. Al-Bukhariy no.3208 dan Muslim no.2643 dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu)

Dan sesungguhnya apa saja yang menimpa manusia telah juga digariskan. Allah Ta’ala berfirman:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي أَنْفُسِكُمْ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ(22) لِكَيْ لاَ تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلاَ تَفْرَحُوا بِمَا ءَاتَاكُمْ وَاللَّهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ(23) الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَمَنْ يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ(24)

 “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada diri kalian sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kalian jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kalian, dan supaya kalian jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepada kalian. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (Al-Hadiid:22-24)
Maka hendaknya sudah menjadi sikap seorang yang mu’min agar senantiasa merenungi sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini :

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

 “Sungguh menakjubkan perkaranya orang mukmin. Sesungguhnya semua perkaranya adalah baik dan tidaklah hal ini dimiliki oleh seorangpun kecuali oleh orang mukmin. Jika dia diberi kenikmatan/kesenangan, dia bersyukur maka jadilah ini sebagai kebaikan baginya. Sebaliknya jika dia ditimpa musibah (sesuatu yang tidak menyenangkan), dia bersabar, maka ini juga menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim no.2999 dari Shuhaib radhiyallahu ‘anhu)

Tidaklah kesulitan dalam mencari rizki yang halal dan perasaan / anggapan bahwa rizkinya lambat itu menjadikan seorang mu’min untuk mengambil pekerjaan yang mendatangkan murka Allh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَيْسَ مِنْ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى الْجَنَّةِ إِلاَّ قَدْ أَمَرْتُكُمْ بِهِ وَلَا عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى النَّارِ إِلاَّ قَدْ نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ لاَ يَسْتَبْطِئَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ رِزْقُهُ أَنَّ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ أَلْقَى فِيْ رَوْعِيْ أَنَّ أَحَدًا مِنْكُمْ لَنْ يَخْرُجَ مِنَ الدُّنْيَا حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقُهُ فَاتَّقُوا اللهَ أَيُّهَا النَّاسُ وَاَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ فَإِنْ اسْتَبْطَأَ أَحَدٌ مِنْكُمْ رِزْقُهُ فَلاَ يَطْلُبْهُ بِمَعْصِيَةِ اللهِ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُنَالُ فَضْلُهُ بِمَعْصِيَةٍ
 
“Tiada suatu amalan pun yang mendekatkan ke surga kecuali aku telah perintahkan kalian dengannya dan tiada suatu amalan pun yang mendekatkan ke neraka kecuali aku telah larang kalian darinya. Sungguh salah seorang di antara kalian tidak akan lambat rizkinya. Sesungguhnya Jibril telah menyampaikan pada hatiku bahwa salah seorang dari kalian tidak akan keluar dari dunia (meninggal dunia) sampai disempurnakan rizkinya. Maka bertakwalah kepada Allah wahai manusia dan perbaguslah dalam mencari rizki. Maka apabila salah seorang di antara kalian merasa/menganggap bahwa rizkinya lambat maka janganlah mencarinya dengan bermaksiat kepada Allah karena sesungguhnya keutamaan/karunia Allah tidak akan didapat dengan maksiat.” (Shahih, HR. Al-Hakim no.2136 dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu) 

Zaman sekarang sudah banyak orang yang berprinsip H3 ( Halal , Haram, Hantam ). Dan hal ini telah dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  dalam hadits berikut :
 يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِي الْمَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ؛ أَمِنَ الْحَلاَلِ أَمْ مِنَ الْحَرَامِ؟!
 Akan datang kepada manusia suatu zaman (ketika itu) seorang tidak lagi perduli dengan apa yang dia dapatkan, apakah dari yang halal atau haram?! HR. al-Bukhâri 2059
 Banyak orang yang hancur karena kekayaan. Itu dikarenakan kekayaan / harta adalah fitnah ummatnya Nabi Muhammad.. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda :

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ


Sesungguhnya setiap umat mendapatkan fitnah dan fitnah umat ini adalah harta. HR at-Timidzi dalam sunannya kitab Az-Zuhd.

Cinta manusia terhadap kekayaan sangatlah tinggi. Berikut gambarannya :


لَوْ كَانَ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ ؛ لاَبْتَغَى ثَالِثاً , وَلاَ يَمْلأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ , وَيَتُوْبُ الله ُعَلَى مَنْ تَابَ


Seandainya anak Adam memiliki dua lembah harta; pasti ia menginginkan yang ketiga, sedangkan perut anak Adam tidaklah dipenuhi kecuali dengan tanah, dan Allah memberi taubat-Nya kepada yang bertaubat. HR al-Bukhâri no.6436, Muslim no.1049.

Dikarenakan secara tabiat, manusia seperti diatas, maka hendaknya seorang mu’min menjaga diri dengan cara cara yang telah dianjurkan dalam islam.sebagai berikut :

اسْتَحْيُوْا مِنَ اللهِ حَقَّ الْحَيَاءِ ، قُلْنَا : يَا رَسُوْلَ اللهِ ، إِنَّا نَسْتَحْيِيْ وَالْحَمْدُ ِللهِ ، قَالَ : لَيْسَ ذَاكَ ، وَلكِنَّ الاِسْتِحْيَاءَ مِنَ اللهِ حَقَّ الْحَيَاءِ : أَنْ تَحْفَظَ الرَّاْسَ وَمَا وَعَى ، وَالْبَطْنَ وَمَا حَوَى ، وَلْتَذْكُرِ الْمَوْتَ وَالْبِلَى ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ تَرَكَ زِينَةَ الدُّنْيَا ، فَمَنْ فَعَلَ ذلِكَ ، فَقَدِ اسْتَحْيَا مِنَ اللهِ حَقَّ الْحَيَاءِ

Malulah kepada Allah Azza wa Jalla dengan benar. Kami pun menyahut: “Wahai Rasulullah, alhamdulillâh kami memiliki rasa malu. Beliau menjawab: “Bukan itu, tapi rasa malu kepada Allah Azza wa Jalla yang benar adalah dengan menjaga kepala dan isinya (pikiran), perut dan sekitarnya serta ingat kematian dan kehancuran. Siapa yang menginginkan akhirat , niscaya meninggalkan perhiasan dunia. Siapa yang berbuat demikian, maka telah malu kepada Allah Azza wa Jalla dengan benar. HR Ahmad 1/ 387 dan at-Tirmidzi 4/567 dan dishahîhkan al-Albâni dalam Al-Misykah no. 1608
 Virus yang sangat membahayakan bagi agama seseorang adalah ketamakan dan kerakusan terhadap kekayaan. Berikut gambarannya :

مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ ، أُرْسِلاَ فِي غَنَمٍ ، بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ ، وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ


Tidaklah dua ekor srigala yang lapar dilepas pada seekor kambing lebih merusak baginya dari ketamakan seorang terhadap harta dan kehormatan terhadap agamanya. HR Ahmad 3/456 dan at-Tirmidi no. 2376

Jika seseorang sampai memakan dari usaha yang haram, maka daging yang tumbuh pada orang tersebut akan menjadi bahan bakar api neraka kelak( dalam Al-Qur’an tersebut bahwa bahan bakar api neraka adalah dari manusia dan batu ). Dalam hadits diterangkan sebagai berikut :
إِنَّهُ لاَ يَرْبُوْ لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلاَّ كَانَتْ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

Sesungguhnya tidak berkembang daging yang tumbuh dari makanan yang haram kecuali Neraka yang lebih pantas baginya. (Bagian dari hadits yang dikeluarkan oleh at-Tirmidzi dalam sunannya kitab Al Sholat bab Fadhlu Sholat no. 614 dari Ka’ab bin ‘Ujrah pada sebahagian dari hadits panjang,. Abu ‘Isa at-Tirmidzi berkata, ”Hadits ini hasan Gharîb. Dan dishahîhkan oleh Ahmad Muhammad Syâkir dalam komentar beliau terhadap sunan at- Tirmidzi 2/515 dan al-Albâni dalam Shahîh Sunan at-Tirmidzi no. 501)
 Semua usaha yang haram , meskipun sekecil apapun bentuknya, maka dia akan dimintai pertanggung jawabannya. Dan usahanya akan mengakibatkan murka Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda :

مَنِ اقْتَطَعَ حَقَّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ بِيَمِينِهِ فَقَدْ أَوْجَبَ اللَّهُ لَهُ النَّارَ وَحَرَّمَ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ . فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ وَإِنْ كَانَ شَيْئًا يَسِيرًا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَإِنْ قَضِيبًا مِنْ أَرَاكٍ


Siapa yang mengambil hak seorang Muslim dengan sumpahnya, maka Allah Azza wa Jalla masukkan ke dalam neraka dan mengharamkannya surga. Seorang bertanya kepada beliau: “Walaupun hanya sesuatu yang remeh wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Walaupun hanya sepotong kayu siwak”. HR Muslim no 370
 
إِنَّ رِجَالاً يَتَخَوَّضُوْنَ فِي مَالِ اللَّهِ بِغَيْرِ حَقٍّ فَلَهُمْ النَّارُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ


Sesungguhnya banyak orang beraktifitas pada harta Allah dengan tidak benar maka mereka berhak mendapatkan neraka di hari kiamat . HR al-Bukhâri no 2886.

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ جَسَدٌ غُذِيَ بِالْحَرَامِ


Tidak akan masuk surga tubuh yang diberi makan dengan yang haram. HR al-Baihaqi dalan Syu’abil Iman dan dishahîhkan al-Albâni dalam Silsilah Ahadits ash-Shahîhah no. 2609.

Doa adalah senjata seorang mu’min. Setiap orang yang hidup di muka bumi ini tidaklah lepas dari kebutuhannya kepada Allah. Maka hendaknya seorang mu’min untuk selalu berusaha dengan usaha yang halal. Usaha yang tidak halal itu hanya menghantarkan kepada jauhnya pelaku dari Allah, hingga menjadikan doa – doa yang dipanjatkannya kepada Allah hanyalah sebuah doa saja yang tidak didengar dan dikabulkan oleh Allah. Dijelaskan dalam hadits :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنْ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوْا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيْمٌ وَقَالَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ


“Sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima kecuali yang baik, dan Allah memerintahkan kepada orang-orang Mukmin dengan apa yang diperintahkannya kepada para rasul dalam firman-Nya,”Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (al-Mukminûn/23:51). Dan Ia berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu”, (al-Baqarah/2:172). Kemudian beliau menyebutkan seorang laki-laki yang kusut lagi berdebu, ia mengulurkan kedua tangannya ke arah langit sambil berdo’a: Ya Rabb, Ya Rabb, sedang makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, ia kenyang dengan makanan yang haram. Maka bagaimana mungkin orang tersebut dikabulkan permohonannya?!”HR Muslim dalam Az-Zakâh no.1015 dan at-Tirmidzi dalam Tafsîrul Qur`ân no.2989..
Seseorang yang ingin doanya didengar dan dikabulkan, maka hendaknya berusaha dengan usaha yang halal. Wahb bin Munabbih berkata : ‘Siapa yang ingin dikabulkan do’anya oleh Allah Azza wa Jalla , hendaklah memperbagus makanannya’. Ketika Sa’d bin Abi Waqqâsh Radhiyallahu anhu berkata ( ketika ditanya tentang sebab dikabulkan do’a )  : “Aku tidak mengangkat sesuap makanan pun ke mulutku kecuali aku mengetahui dari mana datangnya dan dari mana ia keluar”. Fiqh al- Ad’iyah Wal Adzkâr, (bagian kedua), Prof.DR. `Abdurrazâq bin `Abdilmuhsin al ‘Abbâd, cetakan pertama tahun 1422H, Dâr Ibnu Affân dan Dâr Ibnul Qayyim, KSA, hal 34.

Persaingan dalam usaha adalah sesuatu yang sulit dihindarkan dalam kehidupan. Dan sikap seorang mu’min adalah hendaknya meyakini bahwa rizki seseorang tidaklah dapat direbut dan diambil oleh orang lain, karena pembagian jatah dan rizki telah Allah tetapkan seperti pada keterangan diatas.

Semoga uraian diatas dapat mendorong kita semua agar senantiasa berusaha dan bekerja dengan jenis usaha dan pekerjaan yang halal. Dan sungguh siapa yang menjaga Allah ( petunjuk Allah ), maka Allahpun akan menjaga kita.

عن أبي العباس عبدالله بن عباس رضي الله عنهما قال: كنت خلف النبي صلى الله عليه وسلم يوماً، فقال لي: “يا غلام، إنّي أعلمك كلماتٍ: احفظ الله يحفظك، احفظ الله تجده تجاهك، إذا سألت فاسأل اللهَ، وإذا استعنت فاستعن بالله، واعلم أن الأمة لو اجتمعت على أن ينفعوك بشيء لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك، وإن اجتمعوا على أن يضرّوك بشيء لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك، رفعت الأقلام وجفت الصحف”، رواه الترمذي وقال: حديث حسن صحيح. وفي رواية غير الترمذي: “احفظ الله تجده أمامك، تعرّف إلى الله في الرخاء يعرفك في الشدة، واعلم أن ما أخطأك لم يكن ليصيبَك، وما أصابك لم يكن ليخطئَك، واعلم أن النصر مع الصبر، وأن الفَرَج مع الكرب، وأنّ مع العسر يسراً”.

Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu dia berkata: “Suatu hari (ketika) saya (dibonceng Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) di belakang (hewan tunggangan) Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda kepadaku: “Wahai anak kecil, sungguh aku akan mengajarkan beberapa kalimat (nasehat penting) kepadamu, (maka dengarkanlah baik-baik!): “Jagalah (batasan-batasan syariat) Allah, maka Allah akan menjagamu, jagalah (batasan-batasan syariat) Allah, maka kamu akan mendapati Allah di hadapanmu (selalu bersamamu dan menolongmu), jika kamu (ingin) meminta (sesuatu), maka mintalah (hanya) kepada Allah, dan jika kamu (ingin) memohon pertolongan, maka mohon pertolonganlah (hanya) kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa seluruh makhluk (di dunia ini), seandainya pun mereka bersatu untuk memberikan manfaat (kebaikan) bagimu, maka mereka tidak mampu melakukannya, kecuali dengan suatu (kebaikan) yang telah Allah tuliskan (takdirkan) bagimu, dan seandainya pun mereka bersatu untuk mencelakakanmu, maka mereka tidak mampu melakukannya, kecuali dengan suatu (keburukan) yang telah Allah tuliskan (takdirkan) akan menimpamu, pena (penulisan takdir) telah diangkat dan lembaran-lembarannya telah kering.” HR At Tirmidzi (7/228-229 -Tuhfatul Ahwadzi), hadits no. 2516), disahihkan oleh Syaikh Al Albani), dan dia berkata: (hadits ini adalah) hadits hasan sahih.

Manfaat Dzikir



Banyak orang memperhatikan kesehatan untuk badannya, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ketika rambut seseorang kurang sehat, maka dia akan berusaha untuk dapat mengatasinya dengan berbagai cara , mulai dengan membeli obat di warung sampai ke dokter spesial sekalipun. Tetapi lain halnya dengan seseorang yang hatinya kurang sehat atau sakit, maka sedikit yang mau memperhatikannya. Padahal hati yang sakit itu dapat mengakibatkan kematian hatinya, dan jika hati sudah mati , maka kesengsaraanlah yang akan diterimanya dengan kesengsaraan abadi, baik di dunia maupun di akhirat. Salah seorang sholih telah berkata :
" يا عجباً من الناس يبكون على من مات جسدهُ ولا يبكون على من مات قلبه وهو أشد "
“ Sungguh mengherankan bagi manusia, mereka menangis atas kematian badan seseorang, dan tidak menangis atas kematian hati seseorang, padahal kematian hati itu lebih dahsyat dan parah daripada kematian jasad seseorang “.
Hati itu bisa sehat dan kuat adalah hanya dengan ketaatan kepada Allah, karena ketaatan itu adalah diibaratkan sebagai makanan yang bergizi untuk hati, seperti halnya makanan yang harus diberikan ke badan agar sehat. Kebalikannya,  kemaksiatan itu diibaratkan dengan makanan beracun yang harus dihindarkan.
Makanan bergizi yang berbentuk ketaatan yang sangat agung adalah dzikir. Dan dzikir ini telah Allah perintahkan melalui kitabNya. Allah berfirman :
. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.(Al ahzab:41)
Dzikir adalah salah satu ibadah yang paling mudah di amalkan tetapi sering dilupakan. Tidak diragukan bahwa dzikrullah (mengingat Allah) merupakan salah satu ibadah yang agung. Sungguh dzikir itu sangatlah dibutuhkan oleh hati seseorang. Telah berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah :
الذكر للقلب كالماء للسمك، فكيف يكون حال السمك إذا أخرج من الماء
Dzikir bagi hati bagaikan air bagi ikan, bagaimana jadinya keadaan ikan apabila dikeluarkan dari air.
Kalau hati itu jauh dari dzikir, maka kekuatan hati akan melemah dan nantinya akan mengakibatkan matinya hati. Dzikir adalah sumber kekuatan hati. Suatu saat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berdzikir ba’da shalat fajar sampai menjelang siang, kemudian dia menoleh ternyata dibelakangnya ada muridnya, Imam Ibnu Qayyim yang sedang menunggunya sudah lama. Kemudian Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah tersebut kepada muridnya :
هذه غدوتي، ولو لم أتغدَّ الغداءَ سقطتْ قوَّتي
Ini adalah sarapanku, kalau saya tidak sarapan ini, maka akan sirnalah kekuatanku.
Dzikir itu mengusir syetan, mengalahkan syetan, menghancurkan setan. Telah tsabit dalam Ash-Shahih dari Anas, tentang kisah kunjungan Shafiyah kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ketika beliau sedang melakukan i’tikaf, lalu beliau keluar bersamanya (Shafiyah) pada malam hari untuk mengantarnya ke rumahnya. Tiba-tiba ada dua orang Anshar yang menjumpai beliau, tatkala keduanya melihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, mereka mempercepat langkah. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ. فَقَالَا: سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ, وَإِنِّي خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِي قُلُوبِكُمَا شَيْئًا -أَوْ قَالَ شَرًّا-
“Pelan-pelanlah kalian, sesungguhnya wanita ini adalah Shafiyah bintu Huyaiy.” Keduanya lalu berkata, “Subhanallah wahai Rasulullah.” Beliau kemudian bersabda, “Sesungguhnya setan mengalir dalam tubuh anak Adam seperti mrngalirnya darah, dan saya khawatir kalau-kalau dia melemparkan sesuatu -atau beliau berkata: Kejelekan- ke dalam hati kalian berdua
Seseorang yang dikejar musuh, lalu dia bersembunyi di benteng yang kokoh, maka musuh tidak bisa menangkapnya. Begitu juga syetan yang senantiasa mengejar kita, lalu kita berdzikir, maka syetanpun tidak bisa mengalahkan kita, karena kita berada dalam benteng yang kokoh yaitu dzkir.
Dzikir merupakan salah satu sifat yang harus dimiliki oleh ulul albab. Allah berfirman :
 الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ

Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring…(Ali imron:191)
Dzikir memiliki nilai pahala yang agung bagi pelakunya. Allah berfirman :
وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.(Al ahzab :35)
Orang yang berdzikir itu atelah mendahului yang lainnya dalam hal kebaikan dan masuk surganya. Tersebut dalam hadits :
عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((سبق المفردون)) قالوا: وما المفردون يا رسول الله؟ قال : (( الذاكرون لله كثيرا والذاكرات)). رواه مسلم.

Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda: “Orang-orang yang menyendiri telah mendahului”. Para sahabat bertanya: “Siapakah orang yang menyendiri itu wahai Rasulullah?” Rasulullah saw menjawab: “Laki-laki atau perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah” (HR. Muslim).
Dzikir itu adalah amalan yang lebih menyelamatkan dari api neraka. Tersebut dalam hadits :
عن معاذ بن جبل قال,قال رسول الله صل الله عليه وسلم:ماعمل ادمي عملا اًنجى له من عذاب الله من ذكر الله تعالى.

“dari muadz bin jabal r.a berkata,Rosulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada amal anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah ta’aala selain dzikrullah.” (Al musnad 5/239)
Tidak berdzikir atau sedikit berdzikir adalah sifat orang munafik. Allah berfirman :
 إِنَّ االْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا.    

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (An nisa’:142)
Dzikir menyebabkan ridha Allah, menghilangkan kesedihan, kesusahan hati, mendatangkan ketentraman. Allah berfirman :
الذين امنوا وتطمئن قلوبهم  بذكر الله, أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Orang – orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah –lah hati menjadi tentram. ( Arra’d : 28 )
Dzikir menjadikan kita semakin cinta Allah, dan dengan dzikir, Allah akan ingat  kepada kita. Allah berfirman :
فاذكروني أذكركم .
 Maka ingatlah kamu kepadaku, Niscaya Aku akan mengingatmu. ( Al-Baqarah : 152 )
Hasan bashri ( Abu Sa’id ) pernah didatangi seseorang. Dia bertanya kepada Hasan Bashri :
يا أبا سعيد ! أشكو إليك من قسوة قلبي
Wahai Abu sa’id, saya mengadu kepadamu: kenapa hatiku keras.
Beliau menjawab :
عذبه بالذكر.
Lembutkanlah ( didiklah ) dia dengan dzikir,

Suatu ketika Rasulullah ditanya : ,”Wahai Rasulullah, pintu-pintu kebaikan itu banyak. Aku tidak mampu melakukan semuanya. Karena itu sampaikanlah untukku apa saja yang engkau suka asal tidak banyak-banyak karena aku khawatir akan lupa dan tidak bisa istiqamah. Beliau menjawab

”Hendaknya lidahmu senantiasa basah dengan dzikrullah.” (HR At-Turmudzi dari Abdullah bin Busyrun).
Dzikir itu adalah obat. Telah berkata Makhul bin Abdullah :

ذكر الله شفاء وذكر الناس داء
Mengingat Allah iti adalah obat, sedangkan mengingat manusia adalah penyakit.
Dan orang yang berdzikir itu ibarat orang yang sudah mati. Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
مثل الذي يذكر الله والذي لا يذكر الله كمثل الحي والميت. رواه البخاري ومسلم
Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dengan yang tidak berdzikir adalah seperti orang hidup dengan orang mati.
Sungguh benar bahwa terjerumus kedalam kemaksiatan adalah suatu kewajaran karena itu adalah sunnatullah,

كتب على ابن آدم نصيبه من الزنا مدرك ذلك لا محالة: العينان زناهما النظر، والأذنان زناهما الاستماع، واللسان زناه الكلام، واليد زناها البطش، والرجل زناها الخطا، والقلب يهوى ويتمنى، ويصدق ذلك الفرج أو يكذبه". رواه البخاري ومسلم عن أبي هريرة
 Sesungguhnya Allah Allah `Azza Wa Jalla telah menetapkan pada setiap anak cucu Adam bagiannya dari perbuatan zina yg pasti terjadi & tak mungkin dihindari. Maka zinanya mata adl melihat, zinanya lisan adl ucapan, sedangkan nafsu berkeinginan & berangan-angan, & kemaluanlah sebagai pembenar atau tidaknya.
Telah ditetapkan atas keturunan anak  adam  dari bagiannya untuk berbuat zina, dan itu adalah kepastian.
Tetapi yang terus menerus berbuat kemaksiatan  serta tidak mau bertaubat itulah yang tidak wajar. Semua manusia iti tidak ada yang suci kecuali para nabi.
Berdzikir kepada Allah itu akan sulit ketika pada awalnya, begitu juga ketaatan – ketaatan lain, tetapi dia akan menjadi mudah , ringan dan menyenangkan ketika sudah terbiasa. Sebagai contoh adalah orang yang baru mulai berolahraga, maka dia berat, tapi ketika sudah terbiasa maka diapun akan mudah, ringan dan menyenangkan.
Dzikir merupakan ibadah yang sangat penting. Tersebut dalam hadits:
عن عبد الله بن بسر أن رجلاً قال : يا رسول الله إن شرائع الإسلام قد كثرت علي فأخبرني بشيء أتشبث به . قال : لا يزال لسانك رطباً من ذكر الله تعالى رواه الترمذي في سننه حديث رقم (3372) في الدعوات , باب فضل الذكر , وصحح الشيخ عبد القادر الأرناؤوط إسناده في جامع الأصول , انظر حديث رقم (2561)

“Wahai  Rasulullah sungguh syariat Islam telah banyak atasku, maka beritahukanlah padaku sesuatu yang dapat saya lakukan terus menerus, lalu beliau bersabda, ”Buatlah mulutmu selalu basah dengan dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” 

Orang yang tidak mau berdzikir kepada Allah, sungguh baginya penghidupan yang sempit. Allah berfirman :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (QS Thoha 124)

Adapun dzikir yang paling mulia bagi seorang hamba adalah dengan membaca Al qur’an.Karena Al qur’an adalah kalamullah yang juga merupakan sebaik-baik perkataan di alam semesta. Al quran juga merupakan kitab yang paling utama yang di wahyukan kepada penutup para Rosul , Muhammad shalallahu alaihi wa sallam. Barang siapa yang berkata dengannya maka dia jujur, yang beramal dengannya baginya pahala,yang berhukum dengannya adil, yang menyeru untuk beramal dengannya dia menyeru ke jalan yang lurus “shiratal mustaqim”.
Ya Allah, bantulah kami untuk mengingatiMu, mensyukuriMu dan beribadat kepadaMu dengan baik.Wallahu a’lam
اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
اللهم ات نفوسنا تقواها وزكها أنت خير من زكاها, أنت وليها ومولاها,
اللهم ارحمنا بالقران واجعله لنا إماما ونورا وهدى ورحمة
اللهم ذكرنا منه ما نُسينا وعلمنا منه ما جهلنا , وارزقنا تلاوته ءاناء الليل وأطراف النهار واجعله لنا حجة يا رب العالمين
اللهم أعتق رقابنا من النار
اللهم أنا نسألك حسن الخاتمة ونعوذ بك من سوء الخاتمة
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار
وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله , سبحانك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين

Turunnya Al-Qur'an

Mayoritas ulama berpendapat bahwa Al-Qur'an turun dengan 2 cara :

Cara pertama : Diturunkan secara sekaligus ke Baitul 'Izzah di langit dunia.
Dalilnya :
Dari Al-Qur'an :

قوله تعالى {إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ} [الدخان:3]، 
وقوله تعالى:{إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ} [القدر:1]، 
وقوله تعالى:{شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ} [البقرة: من الآية185].

Imam Zarqani rahimahullah dalam kitabnya ( Manaahilul 'Irfaan ) menjelaskan bahwa ayat - ayat tersebut menunjukkan bahwa Al-Qur'an diturunkan dalam satu malam.

Ibn ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma dan selainnya berkata:
 
أنزل الله القرآن جملة واحدة من اللوح المحفوظ إلى بيت العِزّة من السماء الدنيا، ثم نزل مفصلا بحسب الوقائع في ثلاث وعشرين سنة على رسول الله صلى الله عليه وسلم.

“Allah menurunkan Al-Quran itu sekaligus , dari Lauhul Mahfudz ke Baitul ‘Izzah di langit dunia. Kemudian diturunkan secara bertahap-tahap, sesuai konteks berbagai keadaan selama dua puluh tiga tahun kepada Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam.” (Tafsir Ibn Katsir, Maktabah Asy-Syamilah, jilid 8, ms. 441)

 Ibn ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata :

فُصِلَ القُرْآنُ مِنَ الذِّكْرِ [أي: اللّوح المحفوظ]، فَوُضِعَ فِي بَيْتِ العِزَّةِ مِنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا، فَجَعَلَ جِبْرِيلُ عليه السّلام يَنْزِلُ بِهِ عَلَى النَّبِيِّ صلّى الله عليه وسلّم ".أخرجه الحاكم في "المستدرك" (2/223) وصحّحه، ووافقه الذّهبي، وابن أبي شيبة في "المصنّف" (10/533) بسند صحيح من طريق حسّان بن حريث، عن سعيد بن جبير

 “Al-Qur’an itu dipisahkan dari az-Zikr ( lauh mahfudz ), kemudian diletakkan di Baitul ‘Izzah di langit dunia,  maka Jibril mulai menurunkannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Ibn ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata :

" أُنْزِلَ القُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا لَيْلَةَ القَدْرِ، ثُمَّ أُنْزِلَ بَعْدَ ذَلِكَ فِي عِشْرِينَ سَنَةً "، ثمّ قرأ:{وَلاَ يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلاَّ جِئْنَاكَ بِالحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا} [الفرقان (33)] {وَقُرْآناً فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلاً} [الإسراء:106].
 أخرجه النّسائي في "جزء في فضائل القرآن" (ص 59)، والحاكم (2/222) وصحّحه ووافقه الذّهبي، والبيهقيّ في "الأسماء والصّفات" (ص 303-304) من طريق داود بن أبي هند [وهو ثقة متقن]، عن عكرمة
 
Al-Qur'an diturunkan sekaligus ke langit dunia pada malam lailatul qadar. Kemudian diturunkan selama 20 tahun setelah itu, kemudian beliau membaca Q.S : Al-Furqan : 33, Al-Isra : 106.

Ibn ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata :

" أُنْزِلَ القُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، وَكَانَ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ، وَكَانَ اللهُ يُنَزِّلُهُ عَلَى رَسُولِهِ بَعْضَهُ فِي إِثْرِ بَعْضٍ "
أخرجه الحاكم (2/530)، والبيهقيّ في "دلائل النبوّة" (7/31) و"الأسماء والصّفات" (ص 303)، وغيرهما من طريق منصور بن المعتمر، عن سعيد بن جبير
 Al-Qur'an diturunkan sekaligus ke langit dunia, dan itu sesuai dengan turunnya bagian - bagian bintang , dan Allah menurunkannya sebagian demi sebagian.

Dijelaskan dalam (HR. Al-Baihaqi, Al-Asmaa was Shifaat, juz 2, hlm. 35, No. hadis 487) bahwa turunnya bagian-bagian bintang adalah secara berangsur pada beberapa bulan dan hari.”


 bersambung......

Sarana Belajar Islam

Sesungguhnya sarana belajar ilmu islam semakin banyak. Contohnya : Ingin baca Al-Qur'an, tafsir, tajwid, i'rab, tarjamah, qiraa'aat, mutasyaabihaat, kamus / mu'jam ayat dan cari ayat cukup membuka alamat berikut :


Semoga postingan ini bermanfaat. Bagi anda yang membutuhkan bantuan saya, silahkan komentar saja di postingan ini. Dan siapa saja yang ingin belajar bahasa arab, silahkan kunjungi saja di Privat / Kursus Bahasa Arab ( Guru ke rumah atau Online ) Terima kasih.
" YA ALLAH,... PAHAMKANLAH KAMI AGAMA ISLAM DAN AJARKANLAH KAMI TA'WIL "