Banyak orang memperhatikan kesehatan untuk
badannya, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ketika rambut seseorang
kurang sehat, maka dia akan berusaha untuk dapat mengatasinya dengan berbagai
cara , mulai dengan membeli obat di warung sampai ke dokter spesial sekalipun.
Tetapi lain halnya dengan seseorang yang hatinya kurang sehat atau sakit, maka
sedikit yang mau memperhatikannya. Padahal hati yang sakit itu dapat
mengakibatkan kematian hatinya, dan jika hati sudah mati , maka kesengsaraanlah
yang akan diterimanya dengan kesengsaraan abadi, baik di dunia maupun di
akhirat. Salah seorang sholih telah berkata :
"
يا عجباً من الناس يبكون على من مات جسدهُ ولا يبكون على من مات قلبه وهو أشد "
“ Sungguh mengherankan bagi manusia, mereka
menangis atas kematian badan seseorang, dan tidak menangis atas kematian hati
seseorang, padahal kematian hati itu lebih dahsyat dan parah daripada kematian
jasad seseorang “.
Hati itu bisa sehat dan kuat adalah hanya dengan
ketaatan kepada Allah, karena ketaatan itu adalah diibaratkan sebagai makanan yang
bergizi untuk hati, seperti halnya makanan yang harus diberikan ke badan agar
sehat. Kebalikannya, kemaksiatan itu
diibaratkan dengan makanan beracun yang harus dihindarkan.
Makanan bergizi yang berbentuk ketaatan yang
sangat agung adalah dzikir. Dan dzikir ini telah Allah perintahkan melalui
kitabNya. Allah berfirman :
. يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan
menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.(Al ahzab:41)
Dzikir adalah salah satu ibadah yang paling mudah
di amalkan tetapi sering dilupakan. Tidak diragukan bahwa dzikrullah (mengingat
Allah) merupakan salah satu ibadah yang agung. Sungguh dzikir itu sangatlah
dibutuhkan oleh hati seseorang. Telah berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah :
الذكر للقلب كالماء للسمك،
فكيف يكون حال السمك إذا أخرج من الماء
Dzikir bagi hati bagaikan air bagi ikan,
bagaimana jadinya keadaan ikan apabila dikeluarkan dari air.
Kalau hati itu jauh dari dzikir, maka kekuatan
hati akan melemah dan nantinya akan mengakibatkan matinya hati. Dzikir adalah
sumber kekuatan hati. Suatu saat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berdzikir ba’da
shalat fajar sampai menjelang siang, kemudian dia menoleh ternyata
dibelakangnya ada muridnya, Imam Ibnu Qayyim yang sedang menunggunya sudah lama.
Kemudian Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah tersebut kepada muridnya :
هذه غدوتي، ولو لم أتغدَّ
الغداءَ سقطتْ قوَّتي
Ini adalah sarapanku, kalau saya tidak sarapan
ini, maka akan sirnalah kekuatanku.
Dzikir itu mengusir syetan, mengalahkan syetan,
menghancurkan setan. Telah tsabit dalam Ash-Shahih dari Anas, tentang
kisah kunjungan Shafiyah kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ketika
beliau sedang melakukan i’tikaf, lalu beliau keluar bersamanya (Shafiyah) pada
malam hari untuk mengantarnya ke rumahnya. Tiba-tiba ada dua orang Anshar yang
menjumpai beliau, tatkala keduanya melihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam,
mereka mempercepat langkah. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam
bersabda:
عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ. فَقَالَا:
سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ
ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ, وَإِنِّي خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِي قُلُوبِكُمَا
شَيْئًا -أَوْ قَالَ شَرًّا-
“Pelan-pelanlah kalian, sesungguhnya wanita
ini adalah Shafiyah bintu Huyaiy.” Keduanya lalu berkata, “Subhanallah wahai
Rasulullah.” Beliau kemudian bersabda, “Sesungguhnya setan mengalir dalam tubuh
anak Adam seperti mrngalirnya darah, dan saya khawatir kalau-kalau dia
melemparkan sesuatu -atau beliau berkata: Kejelekan- ke dalam hati kalian
berdua
Seseorang yang dikejar musuh, lalu dia
bersembunyi di benteng yang kokoh, maka musuh tidak bisa menangkapnya. Begitu
juga syetan yang senantiasa mengejar kita, lalu kita berdzikir, maka syetanpun
tidak bisa mengalahkan kita, karena kita berada dalam benteng yang kokoh yaitu
dzkir.
Dzikir merupakan salah satu sifat yang harus
dimiliki oleh ulul albab. Allah berfirman :
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ
Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring…(Ali imron:191)
Dzikir memiliki nilai pahala yang agung bagi
pelakunya. Allah berfirman :
وَالذَّاكِرِينَ
اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا
عَظِيمًا
Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.(Al ahzab :35)
Orang yang
berdzikir itu atelah mendahului yang lainnya dalam hal kebaikan dan masuk
surganya. Tersebut dalam hadits :
عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله
عليه وسلم: ((سبق المفردون))
قالوا: وما المفردون يا رسول الله؟ قال : (( الذاكرون لله كثيرا والذاكرات)).
رواه مسلم.
“
Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda: “Orang-orang yang menyendiri telah mendahului”. Para sahabat bertanya: “Siapakah orang yang menyendiri itu wahai Rasulullah?” Rasulullah saw menjawab: “Laki-laki atau perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah” (HR. Muslim).
Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda: “Orang-orang yang menyendiri telah mendahului”. Para sahabat bertanya: “Siapakah orang yang menyendiri itu wahai Rasulullah?” Rasulullah saw menjawab: “Laki-laki atau perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah” (HR. Muslim).
Dzikir itu
adalah amalan yang lebih menyelamatkan dari api neraka. Tersebut dalam hadits :
عن
معاذ بن جبل قال,قال رسول الله صل الله عليه وسلم:ماعمل ادمي عملا اًنجى له من
عذاب الله من ذكر الله تعالى.
“dari muadz bin jabal r.a berkata,Rosulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada amal anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah ta’aala selain dzikrullah.” (Al musnad 5/239)
Tidak
berdzikir atau sedikit berdzikir adalah sifat orang munafik. Allah berfirman :
إِنَّ االْمُنَافِقِينَ
يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى
الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ
اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا.
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (An nisa’:142)
Dzikir menyebabkan ridha Allah, menghilangkan
kesedihan, kesusahan hati, mendatangkan ketentraman. Allah berfirman :
الذين امنوا وتطمئن قلوبهم
بذكر الله, أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Orang – orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah –lah hati menjadi tentram. ( Arra’d : 28 )
Dzikir menjadikan kita semakin cinta Allah, dan dengan
dzikir, Allah akan ingat kepada kita.
Allah berfirman :
فاذكروني أذكركم .
Maka ingatlah kamu
kepadaku, Niscaya Aku akan mengingatmu. ( Al-Baqarah : 152 )
Hasan bashri ( Abu Sa’id ) pernah didatangi
seseorang. Dia bertanya kepada Hasan Bashri :
يا أبا سعيد ! أشكو إليك من قسوة قلبي
Wahai Abu sa’id, saya mengadu kepadamu: kenapa
hatiku keras.
Beliau menjawab :
عذبه بالذكر.
Lembutkanlah ( didiklah ) dia dengan dzikir,
Suatu ketika Rasulullah ditanya : ,”Wahai Rasulullah, pintu-pintu kebaikan itu banyak. Aku tidak mampu melakukan semuanya. Karena itu sampaikanlah untukku apa saja yang engkau suka asal tidak banyak-banyak karena aku khawatir akan lupa dan tidak bisa istiqamah. Beliau menjawab
”Hendaknya lidahmu senantiasa basah dengan
dzikrullah.” (HR At-Turmudzi dari Abdullah bin Busyrun).
Dzikir itu adalah obat. Telah berkata Makhul bin
Abdullah :
ذكر الله شفاء وذكر الناس داء
Mengingat Allah iti adalah obat, sedangkan
mengingat manusia adalah penyakit.
Dan orang yang berdzikir itu ibarat orang yang
sudah mati. Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
مثل الذي يذكر الله والذي
لا يذكر الله كمثل الحي والميت. رواه البخاري ومسلم
Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah
dengan yang tidak berdzikir adalah seperti orang hidup dengan orang mati.
Sungguh benar bahwa terjerumus kedalam kemaksiatan
adalah suatu kewajaran karena itu adalah sunnatullah,
كتب على ابن آدم نصيبه من الزنا مدرك ذلك لا محالة: العينان زناهما النظر، والأذنان زناهما الاستماع، واللسان زناه الكلام، واليد زناها البطش، والرجل زناها الخطا، والقلب يهوى ويتمنى، ويصدق ذلك الفرج أو يكذبه". رواه البخاري ومسلم عن أبي هريرة
Sesungguhnya Allah Allah `Azza Wa Jalla telah menetapkan pada setiap anak cucu Adam bagiannya dari perbuatan zina yg pasti terjadi & tak mungkin dihindari. Maka zinanya mata adl melihat, zinanya lisan adl ucapan, sedangkan nafsu berkeinginan & berangan-angan, & kemaluanlah sebagai pembenar atau tidaknya.
Telah ditetapkan atas keturunan anak adam
dari bagiannya untuk berbuat zina, dan itu adalah kepastian.
Tetapi yang terus menerus berbuat kemaksiatan serta tidak mau bertaubat
itulah yang tidak wajar. Semua manusia iti tidak ada yang suci kecuali para
nabi.
Berdzikir kepada Allah itu akan sulit ketika pada
awalnya, begitu juga ketaatan – ketaatan lain, tetapi dia akan menjadi mudah ,
ringan dan menyenangkan ketika sudah terbiasa. Sebagai contoh adalah orang yang
baru mulai berolahraga, maka dia berat, tapi ketika sudah terbiasa maka diapun
akan mudah, ringan dan menyenangkan.
Dzikir merupakan ibadah yang sangat penting. Tersebut dalam hadits:
Dzikir merupakan ibadah yang sangat penting. Tersebut dalam hadits:
عن عبد الله بن بسر أن رجلاً قال : يا رسول
الله إن شرائع الإسلام قد كثرت علي فأخبرني بشيء أتشبث به . قال : لا يزال لسانك رطباً
من ذكر الله تعالى رواه الترمذي في سننه حديث رقم (3372) في الدعوات , باب
فضل الذكر , وصحح الشيخ عبد القادر الأرناؤوط إسناده في جامع الأصول , انظر حديث
رقم (2561)
“Wahai Rasulullah
sungguh syariat Islam telah banyak atasku, maka beritahukanlah padaku
sesuatu yang dapat saya lakukan terus menerus, lalu beliau bersabda,
”Buatlah mulutmu selalu basah dengan dzikir kepada Allah Subhanahu wa
Ta’ala.”
Orang yang tidak mau berdzikir kepada Allah, sungguh baginya penghidupan yang sempit. Allah berfirman :
Orang yang tidak mau berdzikir kepada Allah, sungguh baginya penghidupan yang sempit. Allah berfirman :
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
“Barangsiapa yang
berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang
sempit, dan Kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta”
(QS Thoha 124)
Adapun dzikir yang paling mulia bagi seorang hamba adalah
dengan membaca Al qur’an.Karena Al qur’an adalah kalamullah yang juga merupakan
sebaik-baik perkataan di alam semesta. Al quran juga merupakan kitab yang paling
utama yang di wahyukan kepada penutup para Rosul , Muhammad shalallahu alaihi wa
sallam. Barang siapa yang berkata dengannya maka dia jujur, yang beramal
dengannya baginya pahala,yang berhukum dengannya adil, yang menyeru untuk
beramal dengannya dia menyeru ke jalan yang lurus “shiratal mustaqim”.
Ya Allah, bantulah kami untuk mengingatiMu,
mensyukuriMu dan beribadat kepadaMu dengan baik.Wallahu a’lam
اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
اللهم ات نفوسنا تقواها وزكها أنت خير من
زكاها, أنت وليها ومولاها,
اللهم ارحمنا بالقران واجعله لنا إماما ونورا
وهدى ورحمة
اللهم ذكرنا منه ما نُسينا وعلمنا منه ما
جهلنا , وارزقنا تلاوته ءاناء الليل وأطراف النهار واجعله لنا حجة يا رب العالمين
اللهم أعتق رقابنا من النار
اللهم أنا نسألك حسن الخاتمة ونعوذ بك من سوء
الخاتمة
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة
وقنا عذاب النار
وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله , سبحانك
رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين