Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman dalam Al-Qur'an :
يا أيها الذين امنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون
يا أيها الذين امنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون
Hai orang-orang yang
beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang
sebelum kamu agar kamu bertakwa, ( Q.S : Al-Baqarah : 183 )
Syaikh Sa’di menjelaskan tentang
ayat diatas bahwa tujuan puasa adalah agar seseorang dapat menjadi pribadi yang
bertaqwa. Maka siapa yang bertaqwa setelah bulan Ramadhan , dia telah berhasil
puasanya dikarenakan tujuan berpuasa telah tercapai. Sebaliknya, siapa yang
tidak bertaqwa setelah berlalunya bulan tersebut, sungguh dia telah gagal dalam
melaksanakan ibadah puasanya. Untuk mendapatkan keberhasilan dalam mencapai
tujuan itu diperlukan kesungguhan dalam mencontoh puasanya Rasululllah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallama. Pusanya Rasulullah itu bukan hanya menahan
haus, lapar dan berhubungan di siang Ramadhan saja, tapi juga mempuasakan
seluruh anggota badan dari perbuatan yang mendatangkan murka Allah Azza wa
Jalla dan melaksanakan amalan – amalan yang dicintai Allah.
Setelah bulan Ramadhan berlalu,
terbagilah kaum muslimin kepada 4 macam :
- Mereka yang pada asalnya ta’at beribadah sebelum masuk bulan Ramadhan, akan bertambah ketaatan dan keimanannya kepada Allah setelah melalui bulan puasa ini. Lisannya mereka akan mengatakan : "Sesungguhnya Aku takut akan siksaan hari yang besar jika Aku durhaka kepada Tuhanku". ( lihat : Q.S : Az-Zumar : 13 )
- Mereka yang pada asalnya sering berbuat dosa sebelum Ramadhan, akan bertekad kuat untuk selalu dalam ketaatan beribadah dan meninggalkan perbuatan dosa yang dulu pernah dikerjakannya sebelum Ramadhan. Mereka telah merasakan manisnya beribadah kepada Allah dan nikmatnya dekat dengan Allah. Sungguh Allah Maha Pengampun bagi orang yang mau bertaubat dan beriman serta beramal shalih ( lihat Q.S : Thaha : 82 ). Sungguh Allah Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat dan memperbaiki amalnya setelah dia berbuat kedzaliman dan perbuatan kejelekan ( lihat Q.S : Al-Maidah : 39 dan Al-A’raf : 153 ). Sungguh Allah senang dengan taubatnya seorang hamba kepadaNya ( lihat hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari shahabat Anas semoga Allah meridhoinya ). Dan sungguh Allah senantiasa membuka tanganNya untuk menerima taubat para hambaNya, Rasululullah bersabda :
إن الله تعالى يبسط يده بالليل ليتوب مسيء النهار ويبسط يده
بالنهار ليتوب مسيء الليل حتى تطلع الشمس من مغربها ( رواه مسلم من حديث أبي موسى
الأشعري رضي الله عنه )
Sesungguhnya
Allah Yang Maha Tinggi senantiasa membentangkan tanganNya di waktu malam untuk
menerima taubat orang yang berbuat jelek di waktu siangnya. Dan Allah juga
membentangkan tanganNya juga di waktu siang untuk menerima taubat orang yang
berbuat jelek di waktu malamnya sampai matahari terbit dari tempat
tenggelamnya. ( Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari hadits Abu Musa Al-Asy’ari
).
- Mereka yang mau bertaubat, tapi mereka terkalahkan oleh nafsunya sehingga mereka terjerumus dalam perbuatan dosa yang pernah dilakukannya. Perbuatan yang sangat tampak dari mereka ini adalah :
- Menyia – nyiakan waktu shalat.berjama’ah. Diwaktu bulan Ramadhan mereka sanggup shalat tarawih berjama’ah di masjid, tetapi diluar bulan Ramadhan , mereka tinggalkan shalat 5 waktu berjama’ah di masjid. Padahal dilihat dari hukum shalat tarawih itu adalah sunnah dan shalat 5 waktu itu adalah wajib. Dan sungguh Allah itu adalah Rabb Ramadhan dan juga Rabb bulan – bulan yang lain. Sangat disayangkan bagi mereka, mereka memenuhi masjid hanya dibulan Ramadhan, dan mereka meninggalkan masjid ketika Ramadhan meninggalkan mereka, seakan – akan mereka tidak mempunyai kewajiban melaksanakan shalat 5 waktu berjama’ah, seakan – akan mereka tidak lagi membutuhkan Allah Pencipta mereka.
- Membuka aurat, bercampur baur dengan lawan jenis dan menyenangi perbuatan dosa yang mengarahkan kepada perbuatan zina. Disaat Ramadhan mereka sanggup meninggalkan pacaran, tetapi ketika mereka berpisah dengan Ramadhan, mereka melanjutkan perbuatan dosa mereka dari berpacaran, mendengarkan musik cinta, menonton film percintaan yang mengumbar aurat dan melihat apa yang telah Allah larang. Pergi ke luar Negari untuk berbuat ma’siat. Mereka tekun beribadah disaat Ramadhan, tetapi setelah Ramadhan telah berlalu, mereka pergi keluar negeri untuk berbuat ma’siat. Seolah – olah Allah hanya melihat mereka ketika mereka di negerinya sendiri dan tidak melihat mereka ketika mereka pergi ke luar negeri. Sungguh Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah keempatnya. dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah keenamnya. dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang Telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu ( lihat Q.S : Al-Mujadilah : 7 ). Sungguh kejelakan itu dapat menghapus amal kebaikan sebagaimana kebaikan dapat menghapus amal kejelekan ( lihat Q.S : Muhammad : 32 )
- Meninggalkan Al-Qur’an. Diwaktu mereka dalam Ramadhan, mereka mau menyentuh Al-Qur’an untuk membacanya, memahami artinya dan mentadabburi kandungannya, tetapi ketika Ramadhan telah usai, mereka berpisah dengan al-Qur’an.
- Mereka tidak mendapatkan manfaat puasa dikarenakan mereka hanya berpuasa dari lapar, haus dan berhubungan dengan suami / istrinya di siang hari. Mereka berpuasa tetapi perbuatan dosa tetap mereka lakukan seperti berdusta, melihat apa yang Alah haramkan dan selainnya.
Bermanfaat atau
tidaknya amal selama bulan Ramadhan itu memiliki tanda dan alamat. Jika setelah
Ramadhan mereka tetap istiqamah diatas ketaatan kepada Allah, maka ini adalah
tanda bahwa amalnya dibulan Ramadhan memberikannya manfaat, dan sebaliknya
mereka yang kembali berbuat dosa maka ini adalah tanda tidak bermanfaat
kegiatan ibadahnya dibulan Ramadhan. Sungguh siapa yang mengerjakan amal saleh,
baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan
Allah berikan kepadanya kehidupan yang baik dan balasan kepada mereka dengan
pahala yang lebih baik dari apa yang Telah mereka kerjakan ( lihat Q.S :
An-Nahl : 97 ). Sungguh Allah memrintah hambaNya untuk beribadah samapai
kematian menjemput mereka, bukan hanya memerintah dibulan Ramadhan saja ( lihat
Q.S : Al-Hijr : 99 ).
Akh Sofwan
Referensi :
ماذا
بعد رمضان ؟ لأخ في الله. ( مصدر هذه المادة الكتيبات الإسلامية , دار ابن خزيمة )
0 komentar:
Posting Komentar