Beriring waktu dan berputarnya zaman, Dunia ini semakin bertambah rusak oleh para penghuninya. Tiada hari dan tiada minggu, kecuali dibumbui dengan kejadian – kejadian yang mengotori dunia ini. Kasus pornografi adalah kasus yang menduduki juara bertahan dan bahkan tak terkalahkan sampai detik ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya bukti yang terus bergentanyangan, hingga karena jumlahnya banyak, tak dapat dihitung meskipun dengan alat yang namanya computer. Media – media informatika baik media elektronika, media cetak atau media apapun namanya, banyak dijumpai hal – hal yang berbau porno. Internet, TV, Koran, majalah, dan yang lain adalah tempat yang banyak dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis hingga hal yang termasuk pornopun disikat.
TV lokal saja banyak didapati film – film dan yang lainnya selalu menggunakan daya tarik perempuan. Dimana jalur ceritanya tidak lepas daripada percintaan, kalaupun bukan percintaan, maka pemerannya seringkali dari perempuan yang menggunakan kostum yang tidak layak dan menimbulkan malapetaka bagi generasi muda. Ini semua disebabkan jauhnya manusia dari tuntunan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallama. Manusia kalau suadah jauh dan tidak memperhatikan lagi akan ajaran islam yang dibawa Rasulullah, maka bagai binatang dan bahkan lebih hina dari binatang.
Islam mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa kaum hawa menjaga jarak dari lawan jenisnya. Rasulullah bersabda yang artinya ; " Sebaik – baik shaf ( barisan dalam shalat ) bagi perempuan adalah shaf terakhir dan sejelek – jelek shof adalah shaf pertama ". Hadist tersebut mempunyai arti, bahwa hendaknya perempuan selalu menjaga jaraknya meskipun dalam satu pelaksanaan ibadah yang sama dimana shaf
adalah shaf yang terjauh dari lelaki. Dalam hadist lain dinyatakan bahwa sesungguhnya perempuan adalah fitnah yang paling berbahaya yang ditinggalkan setelah Rasulullah bagi kaum lelaki. Maka dari itu semua, hendaknya setiap insan yang mendambakan akan kehidupan bahagia yang abadi untuk senantiasa dekat dengan ajaran Beliau.
DAFTAR PUSTAKA :
1. Fatawa lil'afifat, Syaikh Bin Baz, Syaikh 'Ustaimin, Syaikh Abdullah Bin Abdurrahman Bin AlJibrin
0 komentar:
Posting Komentar