Hakim At-Tanukhi menyebutkan, bahwa pernah ada seorang tentara yang akan menangkap dengan paksa seorang perempuan yang berada di sebuah jalan dengan maksud hendak menzinahinya. Tetapi tiba – tiba beberapa tetangga perempuan itu mengetahui kejadian ini, maka merekapun hendak menolongnya dan mencoba untuk menghalanginya.. Tapi….. tentara itu beserta beserta kawan tentaranya yang lain menyerang para tetangga itu hingga kocar – kacir. Tentara itupun akhirnya dapat menangkap perempuan tersebut dengan paksa.
Tentara itu lalu membawa perempuan itu dan memasukkannya ke dalam rumahnya. Kemudian diapun menutup seluruh pintu – pintu rumahnya. Setelah itu, mulailah tentara itu merayu perempuan itu untuk berhubungan mesum dengannya. Perempuan itu menolak, maka tentara itupun mulai memaksanya hingga berkatalah perempuan itu : Kematian itu lebih aku cintai daripada menuruti nafsu bejatmu. Tentara itu tidak menggubris perkataannya dan dia terus berusaha menaklukannya guna melampiaskan nafsu binatangnya. Perempuan itupun mulai kuwalahan menghadapinya, maka tatkala tentara itu berhasil dan sudah dalam keadaan akan berhubungan zina, berkatalah perempuan itu : Wahai tentara ! Tolong sabar sebentar , sampai kamu menutup terlebih dahulu pintu yang kamu lupa menutupnya. Berkatalah tentara tersebut : Pintu mana lagi ?..... Perempuan menjawab : Dialah pintu antara kamu dengan Allah. Sesungguhnya Allah masih melihatmu sekarang. Mendengar ucapan ini, tentara itupun mulai sadar dan langsung bangkit seraya berkata : Pergilah kamu, sungguh Allah telah membabaskanmu. Perempuan itupun lantas keluar tanpa dihalangi tentara itu.
Pelajaran dari kisah diatas :
Siapa yang menjaga Allah, niscaya Allahpun akan menjaganya.
DAFTAR PUSTAKA
1. Qashashun lil "afifat, Al-Qismul'Ilmi di Madarul -Wathan
0 komentar:
Posting Komentar