Hidup di dunia ini sungguhlah sangat berat. Disana banyak hal - hal yang dapat menjauhkan manusia daripada tujuan diciptakannya mereka, yaitu beribadah kepada Allah.. Banyak dari mereka ketika mendapatkan kenikmatan, mereka lupa bahwa Allahlah pemberi nikmat, hingga kenikmatan yang mereka peroleh bukannya dipergunakan untuk ketaatan kepada Allah sebagai bentuk syukur dan terima kasih kepada-Nya, tapi justru mereka habiskan dalam hal-hal yang sia – sia dan bahkan dalam kemaksiatan kepada Allah yang mana ini termasuk dari sikap tidak bersyukur atau kufur kepada nikmat Allah. Adapun orang yang beriman, dia akan pandai bersyukur akan nikmat yang dia peroleh, karena dia yakin bahwa kapan dia bersyukur, niscaya Allah tambah nikmatnya. Dan dia yakin bahwa Allah kuasa mencabut kenikmatan itu darinya..
Orang kaya, kalau dia beriman, maka dia tidak akan dihantui rasa takut akan kehilangan hartanya. Tapi malah harta itu ada pada genggamannya, bukan hartanya menggenggamnya. Seseorang kalau sudah beriman, maka hatinya akan tentram. Pikirannya akan tenang. Hatinya akan terhindar dari rasa was – was, resah gulandah, cemas, takut dan perasaan – perasaan yang tidak positif yang dapat menghambat dalam urusan kehidupannya. Ini semua karena seorang yang beriman, dia yakin bahwa Allah adalah Penolong segala urusannya. Dan sesungguhnya segala yang ada dijagat raya ini adalah sangatlah kecil bagi Allah.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata : Tidaklah langit tujuh dan dan bumi tujuh di telapak tangan Allah, kecuali bagaikan sebutir biji di tangan seseorang. Riwayat ini menunjukkan bahwa begitu besarnya keagungan Allah, dimana menurut beberapa riwayat dijelaskan bahwa langit yang ada di atas kita ini ada tujuh tingkatan. Jarak antara langit dunia ( langit yang terdekat dengan dunia ) dengan dunia adalah sepanjang perjalanan 500 tahun, begitu juga jarak antara langit tingkat pertama dengan kedua dan seterusnya berjarak 500 tahun. Bumi juga memiliki tujuh tingkatan. Ini semua dan selainnya sangatlah kecil disisi Allah, hingga digambarkan seperti riwayat diatas..
Iman kapan sudah menancap pada diri seorang hamba, maka segala masalah yang dijumpai dalam kehidupannya, tidaklah menjadikannya lemah, karena dia yakin siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar baginya. Dia yakin bahwa setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan. Dan bahwasanya Allah tidaklah mungkin memberikan suatu masalah atau cobaan di luar kemampuan hambanya. Meskipun kadang ada sebagian orang ketika mendapat ujian yang berat, mereka beranggapan bahwa mereka tidak mampu melalui ujian itu hingga ada yang putus asa dan akhirnya bunuh diri atau berbuat di luar yang dibolehkan oleh agama islam.
DAFTAR PUSTAKA
1. كتاب التوحيد الذي هو حق الله على العبيد للإمام المجددمحمد بن عبد الوهاب
" Tulisan ini kupersembahkan untuk kaum muslimin, semoga bermanfaat untuk dunia dan akhirat "
0 komentar:
Posting Komentar